Universitas Potensi Utama Gelar Diskusi Strategis: “BRICS, Agenda Pembangunan Global South, Perspektif Indonesia” bersama Pejabat Senior Strategis Kementrian Luar Negeri RI
Jan 13, 2026By Admin FISK
Medan, 10 Februari 2026 – Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Potensi Utama sukses menyelenggarakan Kuliah Umum yang mengangkat tema strategis, “BRICS – Agenda Pembangunan Global South – Indonesia Perspective.” Acara yang digelar Senin 09 Februari 2026 ini menghadirkan pembicara utama Bapak Assoc. Prof. Leonard Felix Hutabarat, Ph.D, seorang Pejabat Senior Strategis, Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
..
Kuliah tamu ini merupakan bagian dari komitmen Prodi Hubungan Internasional untuk memberikan wawasan global yang aplikatif dan membangun jembatan antara teori hubungan internasional dengan realitas diplomasi Indonesia. Tema BRICS dan Global South sengaja dipilih karena relevansinya yang tinggi dengan posisi dan peluang Indonesia di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi kontemporer.
Dalam sambutannya Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Kependidikan Universitas Potensi Utama Dr. Ashari Swondo, M.Hum. menekankan bahwa Program Studi Hubungan Internasional secara konsisten menghadirkan forum akademik berkualitas sebagai wujud kontribusi nyata Universitas dalam menyiapkan generasi yang kompeten, berkarakter, dan berorientasi global.
“Kami sangat bangga dapat menghadirkan narasumber langsung dari jantung pengambil kebijakan luar negeri Indonesia. Pembahasan BRICS tidak hanya tentang kelompok negara, tetapi tentang bagaimana Indonesia memposisikan diri dan memanfaatkan arus pembangunan negara-negara Selatan (Global South) untuk kepentingan nasional,” ujar Ketua Program Studi Hubungan Internasional Universitas Potensi Utama, Dr. Stivani Ismawira Sinambela, M.H.I., M.Si.
Dalam paparannya yang mendalam, Bapak Leonard Felix Hutabarat menguraikan evolusi BRICS, pergeseran kekuatan ekonomi global, serta peluang dan tantangan strategis yang muncul bagi Indonesia. Beliau menekankan pentingnya diplomasi Indonesia yang aktif dalam berbagai forum Global South untuk mendorong tata kelola global yang lebih inklusif, adil, dan memihak pembangunan. “BRICS merepresentasikan suara kolektif dari emerging economies. Perspektif Indonesia adalah bagaimana kita menjadi bagian dari narasi tersebut, bukan sekadar penonton, untuk memperjuangkan kepentingan nasional seperti stabilitas kawasan, akses pasar, dan transfer teknologi,” jelas Bapak Leonard dalam paparannya.
..
Acara ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa dan dosen Universitas Potensi Utama, tetapi juga mendapat kehormatan dengan menghadirkan lima perwakilan Konsuler/Konsul Jenderal dari negara-negara sahabat yang berkedudukan di Medan. Kehadiran mereka menandakan pentingnya topik ini dalam percaturan hubungan internasional. Beberapa Konsul yang hadir adalah: Konsul Jenderal Malaysia H.E. Tuan Shahril Nizam Abdul Malek, Deputi Konsul Jenderal PR China H.E. Mr. Song Jianming, Konsul Kehormatan Republik Federal Jerman Bapak Daniel Adhiyaksa Darmadi, Konsul Kehormatan Republik Demokratik Timor Leste Bapak Irawan Mae-Lequi, dan Perwakilan Konsul Jenderal Kehormatan Turki Bapak Edi Siswanto.
Yang membanggakan, kuliah umum ini juga dihadiri oleh 120 siswa/i terpilih dari berbagai SMA dan SMK di Kota Medan. Partisipasi siswa sekolah menengah ini merupakan inisiatif Prodi HI untuk memperkenalkan studi hubungan internasional dan isu-isu global sejak dini, sekaligus membangun talenta diplomasi masa depan. “Sangat inspiratif bisa mendengar langsung dari diplomat senior. Saya jadi punya gambaran nyata tentang bagaimana teori di buku diterapkan dalam politik luar negeri kita,” kata salah satu siswa peserta dari MAN 1 Medan.
..
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif, dimana peserta baik dari kalangan konsulat, mahasiswa, maupun siswa SMA/SMK aktif berdiskusi menyoroti berbagai aspek seperti prospek keanggotaan Indonesia di BRICS, strategi ekonomi digital, serta peran Generasi Z dalam diplomasi publik. Dengan terselenggaranya acara ini, Universitas Potensi Utama melalui Program Studi Hubungan Internasional kembali menegaskan perannya sebagai center of excellence dalam kajian sosial, politik, dan hubungan internasional di wilayah Sumatera Utara, yang terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang berpikir global dan berkontribusi nyata bagi bangsa.